Gempa Bermagnitudo 5,3 Goyang Gedung-Gedung di Ibu Kota Taiwan

By | January 30, 2019

Taipei  Gempa berkekuatan 5,3 melanda Taiwan pada Rabu 30 Januari 2019. Menurut Survei Geologi AS, lindu tersebut mengguncang sejumlah bangunan di ibu kota Taipei.

Seperti diberitakan Channel News Asia, Rabu (30/1/2019), belum ada laporan kerusakan atau korban jiwa akibat gempa yang melanda sekitar 92 km timur dari Kabupaten Hualien, di pantai timur. Pusat lindu dilaporkan pada kedalaman 19,8 km.

Menurut Biro Cuaca Pusat Taiwan, gempa itu mengguncang sekitar pukul 13.20 waktu setempat. Getarannya terasa paling kuat di daerah Taitung, yang mendaftarkan 4 pada skala intensitas 7 lapis di Taiwan.

Februari lalu, gempa berkekuatan 6,4 melanda dekat kota Hualien sebelum tengah malam, menewaskan 17 orang. Sebagian besar korban terjebak di sebuah gedung yang sebagian runtuh.

Pada 23 Oktober 2018, gempa bumi mengguncang Taiwan pada Selasa waktu setempat. Getarannya sangat terasa di ibu kota Taipei.

Gempa bumi, yang melanda wilayah sejauh 104 km di lepas pantai kota Hualien, berkekuatan magnitudo 5,7 menurut hitungan Survei Geologi AS. Sementara Biro Cuaca Taiwan  mengatakan gempa itu bermagnitudo 6.

“Tidak ada laporan kerusakan saat ini,” kata biro itu seperti dikutip dari Channel News Asia, Selasa (23/10/2018).

Seorang saksi mengatakan gempa juga membuat gedung-gedung di Taipei bergoyang. Kendati demikian belum ada detail lebih rinci terkait gempa yang berpusat pada kedalaman 31 km.

Taiwan sejatinya terletak di dekat persimpangan dua lempeng tektonik, oleh sebab itu pulau tersebut rentan terhadap gempa bumi.

Pada bulan Februari, wilayah Hualien juga diguncang gempa berkekuatan magnitudo 6,4 yang menewaskan 17 orang. Lindu itu bahkan menyebabkan beberapa bangunan runtuh sebagian, termasuk landmark lokal Marshal Hotel.

Gempa terburuk di Taiwan dalam beberapa dekade terakhir adalah lindu bermagnitudo 7,6 pada September 1999 yang menewaskan sekitar 2.400 orang.

Gempa Dahsyat

Sementara itu gempa dahsyat pernah mengguncang Taiwan pada Sabtu 17 Maret 1906 pagi. Lebih dari 1.258 orang tewas, 2.385 luka-luka, 6.769 rumah rusak, 14,218 bangunan hancur.

Gempa dilaporkan melanda negeri ini dalam satu hari penuh. Sungguh mengerikan. Efek lindu meratakan semua bangunan dengan tanah dan menghancurkan seisi kota.

Dikutip dari History, gempa hebat ini disebabkan pergerakan sesar Chinsekiryo dan Baishiku yang terletak di bawah Taiwan. Episentrum gempa ada di bawah kota Kagi, dengan magnitudo 7,1 dan terasa hingga Jepang. Ribuan bangunan di seluruh Taiwan benar-benar runtuh oleh getaran gempa.

Desa Datiyo, Raishiko dan Shinko nyaris musnah. Namun, sebagian besar korban meninggal ditemukan di Kagi. Mereka tewas karena tertimpa reruntuhan bangunan atau rumah mereka sendiri.

Saat tim SAR hendak melakukan penyelamatan korban hidup dan evakuasi jenazah, gempa susulan datang dan mendera Taiwan sepanjang hari. Alhasil, tim mengalami kesulitan.

Hanya berselang satu bulan setelahnya, gempa sebesar 8,3 SR melanda San Francisco hingga pantai Amerika Utara, melintasi Samudra Pasifik dari Taiwan.

Gempa mematikan berikutnya di Taiwan terjadi pada tahun 1935, ketika 3.200 orang dilaporkan meninggal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *